Perkuat Tata Kelola Mutu, Politeknik Nest Lakukan Benchmarking ke LPPMP UNS

SURAKARTA – Penjaminan mutu merupakan aspek krusial dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Mempertegas komitmen tersebut, Pusat Penjaminan Mutu (PJM) Politeknik Nest terus melakukan langkah strategis dalam menyelaraskan proses penjaminan mutu internal dengan standar nasional maupun internasional.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan benchmarking ke Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. UNS dipilih sebagai mitra diskusi karena rekam jejaknya yang unggul dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara efektif, serta keberhasilannya meraih pengakuan melalui akreditasi berskala global.

Implementasi Siklus PPEPP

Dalam diskusinya, PJM Politeknik Nest fokus mendalami penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Sesuai dengan kerangka kerja SPMI, siklus ini menjadi fondasi utama bagi perguruan tinggi untuk memastikan seluruh proses akademik maupun non-akademik berjalan sesuai standar yang ditetapkan, sekaligus mendorong budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.

“Kami memandang SPMI sebagai kerangka kerja sistematis yang wajib dijalankan dengan konsisten. Melalui benchmarking ini, kami ingin mempelajari bagaimana UNS membangun sistem penjaminan mutu yang komprehensif agar dapat kami adaptasi dan implementasikan di Politeknik Nest,” ujar perwakilan dari PJM Politeknik Nest.

Menuju Akreditasi Internasional

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan efektivitas implementasi SPMI di Politeknik Nest. Target jangka panjang dari kolaborasi ini tidak hanya sebatas memperbaiki tata kelola mutu, tetapi juga memperluas cakupan akreditasi hingga ke level internasional.

Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas institusi, kunjungan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi dalam memajukan mutu pendidikan di Indonesia. Dengan adanya pertukaran praktik baik (best practices) ini, Politeknik Nest optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, kompetitif, dan berdaya saing di kancah global.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru