SURAKARTA — Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengukuhkan komitmennya dalam menguatkan karakter generasi muda yang literat dan nasionalis. Bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikdasmen RI serta Komunitas Dialog Pendidikan Literasi Bahasa dan Sastra (Komunitas Diklisa), LPPMP UNS menyelenggarakan Seminar Nasional dan Bedah Buku bertajuk “Menata Bahasa dan Merawat Kebhinekaan untuk Meningkatkan Rasa Nasionalisme dan Literasi Multigenerasi Indonesia”.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua LPPMP UNS, Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si. Dalam pembukaannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi strategis ini sebagai bagian dari reorientasi dan penguatan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) di lingkungan universitas demi melahirkan lulusan yang berkepribadian kuat dan berwawasan kebangsaan. kegiatan ini dilaksanakan Rabu, 8 Juli 2026 di Aula LPPMP Lantai 4, Gedung Haris Mudjiman UNS, Surakarta, dengam mengambil tema Seminar Nasional dan Bedah Buku “Menata Bahasa dan Merawat Kebhinekaan untuk Meningkatkan Rasa Nasionalisme dan Literasi Multigenerasi Indonesia”

Menghadirkan Narasumber dan Pembedah Buku Pakar
Sesi Bedah Buku menghadirkan langsung penulis karya tersebut sebagai narasumber utama, yaitu Dr. Ganjar Harimansyah, S.S., M.Hum. (Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikdasmen RI). Dalam pemaparannya, Dr. Ganjar membedah gagasan mendasar tentang pentingnya menata bahasa dan merawat kebhinekaan di tengah tantangan literasi multigenerasi saat ini.
Untuk memperkaya perspektif dan mendalami isi buku tersebut, hadir dua pembedah buku bereputasi:
- Andreas Haryono dari Penerbit Obor, yang memberikan tinjauan dari sudut pandang industri penerbitan, penyebaran literasi, dan keterbacaan publik.
- Prof. Dr. M. Rohmadi, M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret, yang mengupas tuntas implikasi akademis, pengembangan literasi perguruan tinggi, serta penerapannya dalam MKWK.
Fokus Utama: Penguatan MKWK dan Kebhinekaan
Melalui sinergi antara LPPMP UNS, Badan Bahasa Kemdikdasmen RI, dan Diklisa, acara ini dirancang sebagai ruang diskusi interaktif antara akademisi, praktisi penerbitan, dan pembuat kebijakan.
Isu sentral yang dibahas mencakup:
- Penguatan Literasi Multigenerasi: Menjembatani pola komunikasi dan pemahaman literasi antar-generasi di Indonesia.
- Penataan Bahasa sebagai Identitas Bangsa: Memperkuat pengutamaan bahasa negara di ruang publik dan akademik tanpa mengesampingkan bahasa daerah.
- Internalisasi Nilai Nasionalisme: Menjadikan MKWK bukan sekadar pemenuhan SKS formal, melainkan sarana penanaman nilai kebhinekaan yang kontekstual bagi mahas