SURAKARTA — Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) kembali merealisasikan komitmennya dalam mengawal standardisasi dan peningkatan mutu program studi di lingkungan universitas. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan agenda Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk Program Studi S1 Seni Rupa.
Kegiatan krusial yang menjadi salah satu fokus utama penjaminan mutu eksternal ini resmi dibuka di Ruang Sidang Rektor, Lantai 2 Gedung Dr. Prakoso. Sesi pembukaan berlangsung khidmat pada pukul 08.00 hingga 08.30 WIB, yang sekaligus menandai dimulainya serangkaian proses verifikasi faktual dan evaluasi komprehensif oleh tim asesor.

Validasi Berbasis Sembilan Kriteria dan Ekosistem Kreatif
Proses asesmen lapangan ini merupakan kelanjutan dari tahapan asesmen kecukupan yang telah dilakukan sebelumnya terhadap dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS). Selama beberapa hari ke depan, tim asesor BAN-PT akan melakukan konfirmasi data, wawancara mendalam, serta peninjauan langsung guna memastikan keselarasan antara laporan tertulis dengan realitas di lapangan.
Mengingat karakteristik unik dari keilmuan seni, instrumen akreditasi 9 Kriteria yang dinilai tidak hanya menyentuh aspek administratif dan tata pamong, melainkan juga menyoroti ekosistem kreatif dan akademik prodi, meliputi:
- Kualitas Sumber Daya Manusia: Kualifikasi akademik dosen, kepangkatan fungsional, serta reputasi dosen sebagai seniman/peneliti di kancah nasional dan internasional.
- Kurikulum dan Pembelajaran: Relevansi kurikulum seni rupa murni dalam merespons perkembangan zaman dan industri kreatif.
- Sarana Prasarana Studio: Peninjauan kelayakan studio seni lukis, seni patung, seni grafis, studio keramik, hingga laboratorium digital.
- Rekam Jejak Karya dan Publikasi: Portofolio pameran, sitasi karya, jurnal ilmiah, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dihasilkan oleh sivitas akademika.
- Jaringan Kemitraan: Kerja sama prodi dengan galeri seni, kurator, museum, kolektor, dan institusi kebudayaan global.
Sinergi Kolektif Menuju Predikat “Unggul”
Sesi pembukaan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan LPPMP, jajaran Dekanat Fakultas, Kepala Program Studi S1 Seni Rupa, serta Tim Gugus Kendali Mutu tingkat fakultas dan prodi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan adanya sinergi yang kuat dan kesiapan total dari seluruh lini universitas.
Pihak LPPMP menegaskan bahwa pendampingan yang diberikan kepada Prodi S1 Seni Rupa telah dilakukan secara berlapis sejak tahap penyusunan borang. Langkah ini diambil demi memastikan instrumen mutu dapat terpenuhi secara maksimal dengan target utama meraih atau mempertahankan predikat akreditasi tertinggi, yaitu “Unggul”. Bagi institusi, akreditasi merupakan cerminan dari akuntabilitas publik dan komitmen pelayanan pendidikan terbaik kepada mahasiswa.

Menjaga Akar Budaya di Era Disrupsi
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang mulai merambah dunia visual, keberadaan Prodi S1 Seni Rupa dinilai memiliki posisi yang semakin strategis. Prodi ini memegang peran sentral dalam mencetak kreator, pemikir, dan kurator seni yang memiliki kedalaman estetika, kepekaan sosial, sekaligus adaptif terhadap media-media baru.
Melalui asesmen lapangan ini, diharapkan diperoleh masukan dan rekomendasi objektif dari tim asesor. Rekomendasi tersebut nantinya akan menjadi kompas strategis bagi prodi dalam mengembangkan riset-riset seni berbasis kearifan lokal (local genius) yang mampu bersaing di level internasional.
Setelah prosesi pembukaan selesai dilaksanakan di Gedung Dr. Prakoso, rangkaian acara langsung dilanjutkan dengan agenda inti, yang meliputi sesi wawancara bersama dosen, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan (user), serta peninjauan langsung (live tour) ke fasilitas studio dan galeri pameran seni.