SURAKARTA – Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mengukuhkan perannya sebagai dirigen utama dalam peningkatan mutu akademik. Melalui tajuk “Transformasi Pedagogi Era Eksponensial”, LPPMP secara resmi meluncurkan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Tahap II bagi dosen di lingkungan UNS.
Langkah strategis ini menandai komitmen kolektif universitas untuk tidak sekadar beradaptasi dengan perubahan zaman, melainkan menjadi penentu arah (trendsetter) dalam pola instruksional pendidikan tinggi di Indonesia.
Injeksi Kompetensi di Titik Krusial

Kegiatan yang berlangsung mulai hari ini, 29 April hingga 5 Mei 2026, dibuka secara resmi oleh Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia UNS, Prof. Ir. Ary Setyawan, M.Sc., Ph.D. Kehadiran pimpinan Direktorat SDM ini menegaskan bahwa pengembangan kompetensi pedagogis adalah investasi paling berharga dalam menjaga marwah dan daya saing universitas.
Dalam sambutannya, Prof. Ary Setyawan menekankan bahwa di era eksponensial, dosen tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi.
LPPMP sebagai Laboratorium Inovasi Instruksional
Penyelenggaraan PEKERTI Tahap II kali ini dirancang secara intensif untuk melampaui standar pelatihan konvensional. LPPMP memfasilitasi ruang dialog di mana para peserta akan mendalami:
- Agile Pedagogy: Ketangkasan dalam menyesuaikan kurikulum dengan perubahan industri yang sangat cepat.
- Authentic Assessment: Pergeseran metode evaluasi yang lebih menekankan pada kompetensi riil dan pemecahan masalah.
- Techno-Pedagogical Content Knowledge (TPACK): Penguasaan teknologi yang terintegrasi secara organik dalam penyampaian materi akademik.
Jadwal pelatihan dilaksanakan secara ketat mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB, dengan jadwal khusus pada hari Jumat yang dimulai pukul 07.30 WIB, mencerminkan kedisiplinan dan profesionalisme yang menjadi napas kerja LPPMP.

Visi 2026: Mengawal Kualitas, Mencetak Pemimpin
Bagi LPPMP UNS, keberhasilan PEKERTI Tahap II bukan hanya diukur dari partisipasi kehadiran, melainkan dari sejauh mana transformasi ini berdampak pada kualitas interaksi di ruang kelas. Dengan mengasah kemampuan instruksional para dosen, LPPMP sedang membangun fondasi bagi lahirnya lulusan yang siap menghadapi tantangan global yang tidak terprediksi.
Ini adalah pergerakan besar. Melalui akselerasi kompetensi ini, LPPMP UNS membuktikan bahwa kualitas adalah sebuah proses yang tidak boleh berhenti, dan transformasi pedagogi adalah kunci untuk memastikan UNS tetap menjadi mercusuar pendidikan yang relevan, inovatif, dan berintegritas.